Skip to main content

KINGSMAN : THE SECRET SERVICE (2015) REVIEW : Suit Up and Ready for The Mission


Agen rahasia, pistol, dan misi adalah segelintir formula yang digunakan oleh beberap film genre spionase. James Bond 007 adalah sosok ikonik dan masih terus dinantikan setiap filmnya. Juga, franchise dari film Mission Impossible yang menggunakan formula yang sama dan tetap melanjutkan serinya meski tak sebanyak film Bond. Beberapa film spionase pun dibuat setidaknya untuk mengekor kesuksesan kedua film tersebut. Maka, hal ini juga menyerang Matthew Vaughn yang mencoba untuk menggarap sebuah film spionase.

Meskipun, Matthew Vaughn masih tak jauh-jauh dari zona amannya yaitu mengadaptasi komik ternama ke dalam layar lebar. Kick-Ass dan X-Men First Class adalah bukti bahwa Matthew Vaughn memiliki sepak terjang yang bagus dalam mengadaptasi sebuah komik. Tetap mengadaptasi komik milik Mark Miller, Kingsman : The Secret Service adalah adaptasi dari komik berjudul The Secret Service dan menjadi buku kedua dari Mark Miller yang diadaptasi oleh Matthew Vaughn. 


Kingsman : The Secret Service pada awalnya diperkirakan akan rilis pada bulan Oktober 2014. Kemunduran tanggal rilis ini mungkin menjadi sebuah bencana bagi film-film hollywood. Setelah banyak sekali film-film dua bulan ini yang juga mengalami pergantian slot tanggal rilis seperti Seventh Son dan Jupiter Ascending yang ternyata memiliki potensi flop dan konten yang buruk. Tetapi, Kingsman : The Secret Service berbeda, film arahan Matthew Vaughn ini memiliki konten yang sangat menyenangkan dan kuat.

Seorang pemuda badung bernama Eggsy (Taron Egerton) tiba-tiba diajak oleh Harry Hart untuk menjadi sebuah agen mata-mata. Kingsman adalah tempat para mata-mata di kota London berkumpul dan mendapatkan misi mereka. Tetapi, Eggsy harus melewati berbagai macam tes agar bisa menjadi salah satu agen mata-mata di Kingsman. Serta, menggantikan seseorang yang sudah terbunuh saat melakukan tugas.

Agen yang terbunuh itu sedang melakukan tugas untuk menyelamatkan seseorang yang berhubungan dengan Valentine (Samuel L. Jackson), seorang pengusaha kaya yang sedang ingin menguasai dunia. Rencana jahat Valentine adalah membenamkan chip pengontrol pikiran di dalam sebuah sim card yang dibagikan gratis kepada seluruh orang di dunia. Harry Hart dan segala orang yang ada di dalam Kingsman berusaha untuk menghentikan rencana jahat Valentine. 


Menjalankan tugas menjadi seorang mata-mata bukanlah hal yang mudah. Begitupun dengan mengarahkan film-film bertema seperti ini. Jelas, film bertema spionase memiliki formula yang hampir sama dari satu film ke film lain. Hanya saja, bagaimana formula itu bisa dikembangkan lebih luas dan diolah dengan baik oleh sang sutradara. Matthew Vaughn adalah salah satu yang berhasil mengolah formula-formula usang ini lewat film adaptasinya.

Misi Matthew Vaughn adalah bagaimana menjadikan film spionase-nya menjadi film yang menyenangkan, tak terlalu serius tetapi juga tak kacangan. Dengan cita rasa yang dimilikinya, Kingsman : The Secret Service ini dijadikan menjadi sebuah spoof di dalam film spionase yang tetap padat dalam bertutur dan menyenangkan. Dengan pakaian bersetelan lengkap, tentu Kingsman : The Secret Service ini sangat siap menyelesaikan misinya dalam menghibur penontonnya.

Matthew Vaughn menjadikan Kingsman adalah perpaduan antara X-Men First Class dan Kick-Ass yang sama-sama digarap olehnya. Eksekusi Kingsman : The Secret Service ini berhasil sehingga bisa memberikan pengalaman menonton yang sangat lengkap. Mulai dari cerita yang mampu berjalan lancar, porsi aksi yang juga masih mendominasi, serta komedi-komedi renyah yang dapat membuat penontonnya tertawa. 


Matthew Vaughn memberikan dark comedy yang renyah dan tepat sasaran. Belum lagi diselipi adegan-adegan tribut ke beberapa film-film spionase seperti James Bond dan yang lainnya. Juga, adanya beberapa referensi pop culture yang diolah menjadi jokes yang menarik meskipun bagi penonton yang kurang memahami masih bisa menerima guyonan itu. Tetapi, akan lebih terasa menyenangkan jika penonton lebih mengetahui beberapa referensi budaya pop itu karena akan menambah tingkat keasyikannya.

Jika membicarakan film mata-mata, jangan lupakan alat-alat canggih yang digunakan saat melaksanakan tugas. Kingsman : The Secret Service pun tak lupa menyelipkan alat-alat canggih yang menyenangkan. Sesuai dengan tone cerita Kingsman : The Secret Service yang classy, alat-alat canggih itu diselipkan ke barang-barang yang tak terduga. Dengan berbabagai macam alat-alat canggih yang tak terduga itu, setelah selesai menonton, para penonton pasti akan mengidam-idamkan alat canggih di dalam film Kingsman : The Secret Service.

Baku hantam dan adu tembak di dalam film Kingsman : The Secret Service pun menjalankan tugasnya. Tak hanya sekedar tembak sana-sini dan berisik, lebih dari sekedar itu karena akan banyak sekali adegan-adegan kekerasan yang jatuhnya menyenangkan dan terkenang setelah keluar dari bioskop. Meskipun, ada 12 menit adegan di gereja yang harus dipotong oleh LSF dan katanya itu adalah bagian terbaik dari Kingsman : The Secret Service. Tetapi tak perlu bersedih karena masih ada banyak adegan aksi yang menyenangkan.


Kingsman : The Secret Service mungkin masih sedikit terbatas dalam bertutur. Karena subplot yang mungkin terlalu banyak. Alhasil, ada beberapa latar belakang karakter yang tidak sebegitu tuntas dalam bercerita dan hal itu terjadi pada karakter Harry Hart. Yah, mungkin ada sekedar cerita atau adegan formalitas untuk menjelaskan kenapa Harry melakukan itu. Tetapi, adegan tersebut hanya terjadi begitu singkat dan tak terlalu memberikan dampak signifikan terhadap apa yang dilakukan oleh Harry di dalam filmnya. 

Tetapi, Kingsman : The Secret Service tak perlu banyak bercerita yang terlalu rumit karena akan membuatnya menjadi terlalu serius. Matthew Vaughn berhasil memberikan sebuah paket lengkap di dalam film adaptasi komiknya ini. Saat menyaksikan film spionase ini, penonton mendapatkan segala apa yang mereka inginkan mulai dari cerita, adegan aksi, serta komedi renyah dengan balutan adegan gore yang menyenangkan dan memorable. Ya, Kingsman : The Secret Service akan dengan mudah menjadi favorit para penonton. 

Comments

Popular posts from this blog

The Glass Castle

Destin Cretton is anything but a household name. Yet, the gifted filmmaker turned heads with his massively overlooked 2013 drama, Short Term 12 . The effort bridged together Cretton's singular story and vision with the remarkable acting talents of Brie Larson. Since then Larson has gone on to win an Academy Award ( Room ), but her career comes full circle in her latest collaboration with Destin Cretton in the adapted film The Glass Castle . Told non-chronologically through various flashbacks, The Glass Castle follows the unconventional childhood of gossip columnist and eventual Best-Selling author Jeannette Walls (Larson). Prior to her career as a writer, Walls grows up under the dysfunctional supervision of her alcoholic father (Woody Harrelson) and her amateur artist mother (Naomi Watts). But as Jeannette and her siblings begin to mature and fully comprehend their squatter-lifestyle and impoverished upbringing, they must work together to escape the clutches of their deadbeat par

FILOSOFI KOPI 2 : BEN & JODY (2017) REVIEW : Revisi Nilai Hidup Untuk Sebuah Kedai Kopi

  Kisah pendek yang diambil dari Dewi Lestari ini telah dibudidayakan menjadi sebuah produk yang namanya sudah mahsyur. Selain film, produk dari Filosofi Kopi ini diabadikan menjadi sebuah kedai kopi yang nyata. Dengan adanya konsistensi itu, tak akan kaget apabila film yang diarahkan oleh Angga Dwimas Sasongko ini akan mendapatkan sekuel sebagai perlakuan selanjutnya. Tentu, kekhawatiran akan muncul karena cerita pendek dari Filosofi Kopi pun hanya berhenti di satu sub bab yang telah dibahas di film pertamanya. Sayembara muncul ditujukan kepada semua orang untuk membuat kisah lanjutan dari Ben dan Jody ini. Sayembara ini sekaligus memberikan bukti kepada semua orang bahwa Filosofi Kopi tetap menjadi film yang terkonsentrasi dari penonton seperti film pertamanya. Yang jelas, Angga Dwimas Sasongko tetap mengarahkan Chicco Jericho dan juga Rio Dewanto sebagai Ben dan Jody. Angga Dwimas Sasongko pun berkontribusi dalam pembuatan naskah dari cerita terpilih yang ditulis oleh Jenny Jusuf s

DVD Outlook: August 2017

It appears August is rather barren with new DVD and streaming options ( July's suggestions ). Thankfully, a hot slate of diverse theatrical offerings such as The Big Sick , Dunkirk , War for the Planet of the Apes , Spider-Man: Homecoming and so much more, you can find a worthwhile movie to enjoy no matter what your personal preference may be. Either way, here's a look at what's available on DVD and streaming services this month. Alien: Covenant - 3 stars out of 4 - ( Read my full review here ) Earlier this year Ridley Scott returned to his storied  Alien universe once again with the follow-up to 2012's Prometheus . In the latest installment, Scott and company shift their efforts from cryptic to visceral and disturbing with a bloody and twisted affair that feels immensely more horror-based than its predecessor. While on a colonizing mission to jump-start the humanity on a distant planet, crew members of the Covenant are awoken from their hibernation state following